OBJEK WISATA DAN SEJARAH MASJID AGUNG DEMAK

Kalau mau ke Demak harus mampir dulu ke masjid agung Demak, jadi apa aja sih yang ada di masjid agung Demak, dan apa saja cerita dan sejarah yang terkait dengan kerajaan Demak, mari kita bahas. 



Dimana Letak Masjid agung Demak ? 

Masjid agung Demak berada di pusat kota Demak, persis di sebelah alun - alun Demak. 

Alamat masjid Demak berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak.

Apa Saja Keunikan Masjid Agung Demak ? 

Keunikan masjid agung Demak ada di bangunannya yang merupakan akulturasi budaya hindu ke Islam.

Apa itu akulturasi budaya?

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. (sumber Wikipedia)


ATAP MASJID AGUNG DEMAK

Masjid Agung Demak memiliki Atap berbentuk Tajuk Tumpang Tiga berbentuk segi empat yang memiliki kemiripan dengan bangunan suci milik agama Hindu Seperti Pura yang merupakan tempat ibadah umat Hindu. 

Dan Para Wali yang menyebarkan agama Islam pada masa itu membuat atap masjid seperti bentuk atap pura karena diyakini dalam proses akulturasi dan toleransi budaya dikarenakan masih dalam masa penyebaran Islam di wilayah yang mayoritas daerah Demak masih beragama Hindu. Hal ini membuktikan kemampuan hebat para ulama yang menyebarkan Islam yang dapat mengharmonisasikan dengan kehidupan sosial yang masyarakatnya masih dominan beragama Hindu. 

Dari sudut pandang Islam, atap tajuk tiga memiliki arti sebagai akidah agama Islam yaitu Iman, Islam, Ihsan.

Apa itu iman Islam ihsan

Pengertian iman, Islam, dan Ihsan tersebut telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW kepada Malaikat Jibril yang tengah menyerupai manusia. Berikut bunyi haditsnya yang tertuang dalam kitab Arba'in an-Nawawiyyah yang dikutip dari buku Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah karya Muhammad Asroruddin Al Jumhuri,

عن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر لا يرى عليه أثر السفر ولا يعرفه منا أحد حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وآله وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا قال : صدقت فعجبنا له يسأله ويصدقه قال : فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره قال : صدقت قال : فأخبرني عن الإحسان قال أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك ... ثم انطلق فلبثت مليا ثم قال يا عمر أتدري من السائل ؟ قلت : الله ورسوله أعلم قال فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم

Artinya: Dari Umar RA: "Pada suatu hari kami (Umar RA dan para sahabat RA) duduk-duduk bersama Rasulullah SAW lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian sangat putih. Rambutnya sangat hitam dan tidak tampak tanda tanda bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah SAW, kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah SAW seraya berkata,
"Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam." Lalu Rasulullah saw. menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu." Orang itu lantas berkata, "Benar". Kemudian dia bertanya lagi,

"Kini beritahu aku tentang iman." Rasulullah SAW menjawab, "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya."

... Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Umar, "Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?" Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui," Rasulullah lantas berkata, "Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian," (HR Muslim).

lalu apa itu ihsan dalam iman islam ihsan ?

Ihsan dalam bahasa Arab berarti kesempurnaan atau terbaik. Dalam Islam, ihsan adalah seseorang yang melakukan perbuatan baik dan menahan diri dari dosa.

PINTU BLEDEG MASJID AGUNG DEMAK

Pintu Bledeg adalah pintu utama dari Masjid Agung Demak, yang unik dari pintu ini adalah sejarah dan ornamen gambar berupa ukiran yang diyakini sebagai gambar petir.



Sejarah Pintu Bledeg

Jadi dahulu kala ada sosok bernama Ki Ageng Selo, Beliau pada saat itu sedang bertani. Ketika Sedang ada di Sawah tiba - tiba dari yang awalnya cerah menjadi mendung lalu hujan deras. tapi ada yang aneh yaitu jarak beberapa meter itu tidak hujan. Lalu Ki Ageng Selo bergumam "Sawah Iki kemendungan". Lalu Ki Ageng Selo pindah mengerjakan di sawah yang tidak turun hujan, Namun setelah pindah ke sawah yang lain ternyata mendung dan hujan pindah ke sawah yang sedang dikerjakan oleh Ki Ageng Selo Dengan disertai petir yang menggelegar. Lalu terjadilah pertempuran antara Ki Ageng Selo dan petir tersebut. 

Lalu Petir tersebut mengarah ke kepala Ki Ageng Selo, dan Ki Ageng Selo pun melawan petir tersebut sambil tetap berdiri tegak dan mengacungkan tangannya ke arah petir tersebut.

Petir itu pun mengamuk dan menyambar Ki Ageng Selo yang mengakibatkan suara yang memekakkan telinga. Ada beberapa murid Ki Ageng Selo yang menyaksikan kejadian tersebut dan menyangka Ki Ageng Selo tidak selamat karena petir itu. Namun ternyata para murid Ki Ageng Selo terkaget melihat Ki Ageng Selo tidak terluka sama sekali malah nampak Ki Ageng Selo sedang mengikat sesuatu yang sangat besar dengan gagang padi kering, lalu diikatkan pada pohon Gandri. 

Proses Pembuatan Pintu Bledheg

Kejadian yang sangat luarbiasa itu pun dengan cepat tersiar dan sampai pada istana Demak. Akhirnya Utusan Kerajaan Demak meminta petir yang ditangkap itu untuk dibawa ke Kerajaan Demak. 

Sesampainya Di Demak, Petir tersebut dibawa ke Masjid Demak dengan disaksikan oleh masyarakat umum yang penasaran akan petir tersebut. 

Lalu Kerajaan Demak Pun memerintahkan juru lukis untuk menggambar petir tersebut. Tetapi ternyata para pelukis kesusahan menggambar petir tersebut karena petir tersebut selalu berubah - ubah bentuk setiap waktu. 

Namun saat pelukis baru menyelesaikan bagian kepalanya saja, datang seorang perempuan tua yang membawa tempurung kelapa berisi air dan disiramkan ke arah petir tersebut. Lalu Petir itu meledak saat disiram dengan air oleh perempuan tua terebut. Lalu perempuan tua tersebut berubah menjadi sosok berjubah putih lalu menghilang.

Konon menurut kisah yang ada di masyarakat. Yang menjelma menjadi laki laki berjubah putih itu adalah Ki Ageng Selo sendiri yang merasa kasian dengan petir yang dijadikan bahan tontonan untuk orang banyak. 

Sejarah Lawang bledheg versi lain

Sejarah yang lain adalah lukisan di Lawang bledeg hanyalah kiasan. Yang melambangkan nafsu dan angkata murka yang ada pada setiap manusia. Sehingga sebelum sholat dan mendekatkan diri pada Allah SWT harus bisa menghilangkan sifat jahat dan angkata seperti yang di gambar pada Lawang bledeg tersebut.

Lawang bledeg mempunyai nilai filosofi yang tinggi, ketika kita mendalami akan sangat bermakna bagi kehidupan kita. 

JUMLAH PINTU DAN JENDELA 

JMasjid Agung Demak memiliki keunikan pada jumlah pintu dan jendela yang memiliki makna yang mendalam yaitu memiliki 5 buah pintu yang menggambarkan rukun Islam, yaitu:

  1. Syahadat.
  2. Salat.
  3. Zakat.
  4. Puasa.
  5. Naik Haji.

Adapun jendela pada masjid berjumlah 6 buah bermakna rukun iman, yaitu:

  1. Iman kepada Allah SWT.
  2. Iman kepada para Malaikat.
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT.
  4. Iman kepada Nabi dan Rasul
  5. Iman kepada hari akhir (kiamat)
  6. Iman kepada Qada dan Qadar